Cerpen Ardy
Pada hari kamis tanggal 11 Oktober 2007 tepatnya malam ke 27 Rhamadhan hari pertama libur lebaran hari raya Idul Fitri 1428 H, Saya manfaatkan untuk mudik ke kampuang halaman dengan menggunakan jasa angutan laut yakni kapal cepat dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalan dari Ternate ke Kabupaten Halmahera Selatan tepatnya di Kecamatan kayoa. moment ini sangat menyenangkan tapi terganggu oleh pimpinan yang membebankan tugas sebelum masuk liburan harus menyelesaikan tugas beliau hingga momen yang bahagia dan amat sangat menyenangkan ini terlewatkan.
Dan pada hari Keduanya tepatnya pada hari jum'at tanggal 12 Oktober saya manfaatkan untuk memancing iikan demersal dengan menggunakan perahu sampang, hasil dari tangkapan ini langsung kami bakar di dekat pantai sekalian sesisir pisang. Setelah matang ikan yang kami bakar dicelupkan secara langsung di perairan asin. Kulit pisang di kupas dan di bersihkan makanan siap di santap, luarbiasa nikmatnya. Karena pada hari sabtu tanggal 13 Oktober Umat Islam di seruh penjuru dunia mengomandangkan takbir, tahlil dan tahmid mengagungkan kebesaran kebesaran dan sang penciptanya, sebab di hari itupula merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berperang melawan hawa napsu.
Kemenangan ini teramat sangat luarbiasa ada yang merasa sedih, senang, dan riang gembira. Merasa sedih sebab mereka telah di tinggal yang di dalamnya terdapat limpahan magfirah dari juru kunci keselamatan Dunia dan akhirat, kini ramadhan telah pergi dan apa mungkin ramadhan tahun depan masihkah kita di berikan kesempatan untuk berjumpa dengannya? inilah pertanyaan mendasar yang sulit dan teramat sulit untuk di jawab. Merasa senang Karena mereka terbebas dosa-dosanya yang telah berlalu jika semua amalannya di bulan itu hanya untuk Allah semata. Setelah selesai melaksanakan Sholat ID seluruh komponen masyarakat desa kami saling silaturahim dan saling memaafkan. Kamipun berencana untuk mengunjungi tetangga kampun kami namun ketika berangkat saya merasa cape dan ngantuk hingga saya membatalkan untuk tidak pergi bersama-sama teman dan sahabat-sahabat saya. Sayapun bergegas ke rumah dan tidur. Di saat lelap sayapun bermimpi "kedatangan Seseorang tak tak di kenal menyapaikan salam bahwasanya kamu harus menjaga ucapan yang telah di ucapkan berupa janji terhadap siapapu dan kemudian tepatilah janji tersebut" Serentak sayapun terbangun dari mimpi itu kemudian ku cermati isi dari mimpi tadi, teringatlah janji saya kepada Bapak DR. Gufran Ali Ibrahim, MS. Beliau adalah Pembantu Rektor bidang Akademik.
Sayapun balik ke Ternate ke esokan harinya demi memenuhi apa yang menjadi kesepakatan di antara saya dan pak Gufran. Akhirnya semua berjalan lancar tanpa sedikitpun rintangan, pesan akhir dari cerita pendek ini adalah jangan pernah menginkari apa yang telah di sepakati bersama kepada siapapun kita harus memenuhi isi perjanjian tersebut.
Arfit.
Pada hari kamis tanggal 11 Oktober 2007 tepatnya malam ke 27 Rhamadhan hari pertama libur lebaran hari raya Idul Fitri 1428 H, Saya manfaatkan untuk mudik ke kampuang halaman dengan menggunakan jasa angutan laut yakni kapal cepat dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalan dari Ternate ke Kabupaten Halmahera Selatan tepatnya di Kecamatan kayoa. moment ini sangat menyenangkan tapi terganggu oleh pimpinan yang membebankan tugas sebelum masuk liburan harus menyelesaikan tugas beliau hingga momen yang bahagia dan amat sangat menyenangkan ini terlewatkan.
Dan pada hari Keduanya tepatnya pada hari jum'at tanggal 12 Oktober saya manfaatkan untuk memancing iikan demersal dengan menggunakan perahu sampang, hasil dari tangkapan ini langsung kami bakar di dekat pantai sekalian sesisir pisang. Setelah matang ikan yang kami bakar dicelupkan secara langsung di perairan asin. Kulit pisang di kupas dan di bersihkan makanan siap di santap, luarbiasa nikmatnya. Karena pada hari sabtu tanggal 13 Oktober Umat Islam di seruh penjuru dunia mengomandangkan takbir, tahlil dan tahmid mengagungkan kebesaran kebesaran dan sang penciptanya, sebab di hari itupula merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berperang melawan hawa napsu.
Kemenangan ini teramat sangat luarbiasa ada yang merasa sedih, senang, dan riang gembira. Merasa sedih sebab mereka telah di tinggal yang di dalamnya terdapat limpahan magfirah dari juru kunci keselamatan Dunia dan akhirat, kini ramadhan telah pergi dan apa mungkin ramadhan tahun depan masihkah kita di berikan kesempatan untuk berjumpa dengannya? inilah pertanyaan mendasar yang sulit dan teramat sulit untuk di jawab. Merasa senang Karena mereka terbebas dosa-dosanya yang telah berlalu jika semua amalannya di bulan itu hanya untuk Allah semata. Setelah selesai melaksanakan Sholat ID seluruh komponen masyarakat desa kami saling silaturahim dan saling memaafkan. Kamipun berencana untuk mengunjungi tetangga kampun kami namun ketika berangkat saya merasa cape dan ngantuk hingga saya membatalkan untuk tidak pergi bersama-sama teman dan sahabat-sahabat saya. Sayapun bergegas ke rumah dan tidur. Di saat lelap sayapun bermimpi "kedatangan Seseorang tak tak di kenal menyapaikan salam bahwasanya kamu harus menjaga ucapan yang telah di ucapkan berupa janji terhadap siapapu dan kemudian tepatilah janji tersebut" Serentak sayapun terbangun dari mimpi itu kemudian ku cermati isi dari mimpi tadi, teringatlah janji saya kepada Bapak DR. Gufran Ali Ibrahim, MS. Beliau adalah Pembantu Rektor bidang Akademik.
Sayapun balik ke Ternate ke esokan harinya demi memenuhi apa yang menjadi kesepakatan di antara saya dan pak Gufran. Akhirnya semua berjalan lancar tanpa sedikitpun rintangan, pesan akhir dari cerita pendek ini adalah jangan pernah menginkari apa yang telah di sepakati bersama kepada siapapun kita harus memenuhi isi perjanjian tersebut.
Arfit.

No comments:
Post a Comment
Masukan beripa kritik dan Saran ke arah yang membagun